Rahasia Memilih Bakpia Pathuk Paling Enak di Yogyakarta

  • Whatsapp
Tumpukan bakpia hangat mengepul di atas talenan kayu bundar, sebuah tangan meraih salah satu bakpia dengan uap yang masih mengepul.
Nikmati bakpia yang baru matang dan masih mengepulkan uap panas, siap disantap sebagai camilan istimewa di sore hari.

Siapa sih yang tak kenal Yogyakarta? Kota ini punya daya tarik magis yang bikin kita selalu rindu, ya kan? Nah, kalau sudah sampai Jogja, rasanya ada yang kurang lengkap kalau pulang tanpa membawa buah tangan. Dan bicara oleh-oleh khas Jogja, tentu nama Bakpia Pathuk langsung melintas di pikiran kita semua. Kue bulat manis ini memang ikonik!

📷 [ Ilustrasi bakpia pathuk yang baru keluar dari oven, masih mengepulkan asap tipis, di atas nampan bambu tradisional. Terlihat tangan sedang mengambil satu bakpia]

Tapi, pernah enggak sih kamu merasa bingung di tengah lautan merek Bakpia Pathuk yang berjejer di setiap sudut kota? Tenang saja, kamu tidak sendirian. Kali ini, aku mau ajak kamu menyelami dunia Bakpia Pathuk. Kita akan bongkar tuntas cara memilih yang paling enak, yang cocok buat oleh-oleh kesayangan di rumah.

Read More

Menelusuri Jejak Bakpia di Tanah Pathuk

Sebelum memilih, ada baiknya kita tahu sedikit ceritanya. Bakpia itu sebenarnya bukan asli Jogja, lho! Jajanan lezat ini asalnya dari Tiongkok, dulunya bernama “Tou Luk Pia” yang berarti kue isi daging. Tapi, seorang perantau Tiongkok bernama Kwik Sun Kwok, sekitar tahun 1940-an, membawa resepnya ke Yogyakarta. Beliau lantas berinovasi mengganti isian daging babi dengan kacang hijau yang lebih ramah di lidah masyarakat lokal.

Nah, nama “Pathuk” sendiri melekat karena sentra produksinya memang banyak di kampung Pathuk, Yogyakarta, sejak sekitar tahun 1948. Awalnya, bakpia ini dijual keliling rumah pakai besek bambu. Lalu berkembang dengan kemasan kardus berlabel nomor rumah. Itu sebabnya kita sering menemukan merek Bakpia Pathuk 25 atau 75.

📷

Peta lokasi toko Bakpia di Yogyakarta, menampilkan Bakpia Pathok 25, Bakpia Kurnia Sari, Bakpia Duta, Bakpia Legonal, serta landmark seperti Kebun Binatang Gembira dan Museum Dirgantara.
Peta rinci ini menyoroti berbagai toko Bakpia populer di Yogyakarta, memudahkan wisatawan untuk menemukan oleh-oleh khas kota ini.

Mengenal Jenis dan Daya Tahan Bakpia Pathuk

Ini penting banget, apalagi kalau kamu mau bawa bakpia untuk perjalanan jauh. Bakpia itu ada beberapa jenis:

Bakpia Basah dan Bakpia Kering Mana Pilihanmu

Bakpia Basah memiliki tekstur lembut, lembab, dan cenderung berminyak. Daya tahannya lumayan singkat, sekitar 4-5 hari untuk yang tanpa kemasan vakum. Tapi, kalau sudah divakum, bisa bertahan sampai 14 hari, seperti Bakpia Pathok 25. Ingat, kalau kemasan vakumnya sudah dibuka, lebih baik segera dihabiskan dalam dua hari atau simpan di kulkas, ya.

Sementara itu, Bakpia Kering punya kulit yang lebih garing dan renyah. Ini juaranya kalau untuk dibawa bepergian jauh, karena daya tahannya lebih lama. Untuk Bakpia kering tanpa vakum bisa tahan 8-12 hari, dan kalau divakum bahkan bisa sampai 30 hari. Bakpia Pathok 75 bahkan mengklaim bakpia keringnya bisa awet sebulan penuh!

Terus, ada juga Bakpia Kukus yang belakangan ini hits. Teksturnya empuk dan ringan seperti bolu, tapi sayangnya karena kadar airnya tinggi, bakpia jenis ini hanya bisa bertahan 1-2 hari saja.

📷 [Perbandingan visual bakpia basah (lembut, sedikit mengkilap) dan bakpia kering (lebih padat, kulit renyah) yang dipotong setengah untuk menunjukkan isiannya]

Merek Bakpia Pathuk Legendaris dan Kekinian

Di Jogja, kamu akan menemukan banyak merek bakpia. Beberapa yang paling sering direkomendasikan dan punya nama besar:

  • Bakpia Pathok 25: Ini mungkin yang paling legendaris dan mudah ditemukan. Mereka sudah ada sejak 1980-an dan terkenal dengan produksi harian yang selalu fresh. Pusatnya ada di Jalan Karel Sasuit Tubun Nomor 504, Ngampilan. Mereka buka dari pukul 06.00 hingga 23.30 WIB setiap hari. Varian rasanya banyak, mulai dari kacang hijau, keju, cokelat, nanas, durian, hingga kumbu hitam. Harganya? Mulai dari sekitar Rp 44.000 untuk isi 20 buah di bulan Desember 2025 ini.
  • Bakpia Kurnia Sari: Meskipun tidak berada di kawasan Pathuk langsung, Bakpia Kurnia Sari sangat populer. Keunggulannya ada pada kulitnya yang tipis, garing, dan renyah dengan isian yang padat. Cabangnya ada di Jalan Glagahsari Nomor 91, Umbulharjo, dan buka dari jam 08.00 sampai 15.45 WIB. Kisaran harganya Rp 30.000 – Rp 40.000 per dus.
  • Bakpia Pathok 75: Satu lagi merek legendaris yang sudah eksis sejak 1948. Mereka masih mempertahankan cara tradisional memanggang dengan arang. Lokasinya dekat dengan Bakpia Pathok 25, di Jalan Karel Sasuit Tubun Nomor 75. Bakpia 75 juga menawarkan varian rasa unik buah-buahan selain yang klasik. Harganya sekitar Rp 35.000-an per boks, tapi bisa sampai Rp 76.000 tergantung isinya.
  • Bakpia Mutiara Jogja: Kalau kamu cari bakpia basah yang awet lebih lama tanpa pengawet buatan, Bakpia Mutiara ini bisa jadi pilihan. Mereka mengklaim bakpia basahnya bisa bertahan 7-9 hari. Cabang-cabangnya tersebar, salah satunya di Jalan Kebun Raya Nomor 1, dekat Gembiraloka Zoo.
  • Bakpiaku: Merek yang satu ini relatif baru (sejak 2012) tapi langsung mencuri perhatian dengan kualitas premium dan kemasan eksklusif. Varian rasanya inovatif, seperti durian, cappuccino, susu, atau green tea. Tokonya ada di Jalan Gajah Mada, buka dari pukul 07.00 sampai 22.00.
  • Bakpia Kencana: Pecinta bakpia basah dengan tekstur lembut yang “melting” di mulut wajib coba ini. Ukurannya juga sedikit lebih besar dari bakpia biasa, jadi lebih puas makannya! Pusatnya di Jalan Wates Km 6, Gamping, dan uniknya, mereka buka 24 jam!
📷 Rak display toko bakpia modern dengan berbagai kotak bakpia bermerek, menunjukkan variasi rasa dan kemasan yang menarik]

Tips Memilih Bakpia Terbaik untuk Oleh-oleh

Jadi, bagaimana dong cara memilih yang paling pas buat kamu? Ini beberapa “contekan” dari pengalamanku:

  1. Pikirkan Durasi Perjalananmu: Kalau perjalanan jauh dan lama, pilih bakpia kering atau yang divakum. Ini akan lebih aman dari basi di jalan. Bakpia Kurnia Sari dengan kulit renyahnya atau Bakpia Pathok 25 kemasan vakum bisa jadi pilihan cerdas.
  2. Sesuaikan dengan Selera Lidah: Suka yang lembut dan lumer di mulut? Cobalah bakpia basah seperti Bakpia Pathok 25 atau Bakpia Kencana. Kalau suka sensasi renyah saat digigit, Bakpia Kurnia Sari atau Bakpia Pathok Livia mungkin jadi favoritmu.
  3. Jangan Ragu Mencicipi: Banyak toko bakpia yang menyediakan tester. Jangan malu untuk mencicipi beberapa rasa dan jenis sebelum memutuskan membeli dalam jumlah banyak.
  4. Variasi Rasa Itu Penting: Sekarang, bakpia tidak melulu kacang hijau. Ada cokelat, keju, durian, green tea, bahkan cappuccino. Pertimbangkan untuk membeli varian campur agar semua anggota keluarga bisa menikmati rasa favorit mereka.
  5. Belanja Langsung di Sentra Bakpia Pathuk: Pengalaman paling seru adalah datang langsung ke Kampung Pathuk. Di sana, kamu tidak hanya bisa belanja, tapi seringkali juga bisa melihat langsung proses pembuatannya dan mencicipi bakpia yang masih hangat, baru keluar dari panggangan!
  6. Manfaatkan Penjualan Online: Kalau tidak sempat ke Jogja, banyak merek bakpia yang sudah tersedia di platform e-commerce seperti Tokopedia atau Blibli. Harganya pun bersaing dan bisa dikirim langsung ke rumahmu.

Semoga panduan ini bikin kamu makin mantap memilih Bakpia Pathuk terbaik untuk oleh-oleh dari Yogyakarta, ya. Selamat berburu bakpia, dan nikmati setiap gigitannya yang manis!

Related posts