Pohon Cinta Pulau Kemaro: Kisah Tragis Tan Bun An dan Putri Siti Fatimah

  • Whatsapp

Pohon Cinta adalah salah satu destinasi wisata yang berada di Pulau Kemaro. Berada di tengah Sungai Musi, sekitar 6 km dari Jembatan Ampera.

Hal unik dari pohon ini adalah bahwa pohon tersebut tidak bisa mati meskipun tidak mendapatkan perawatan khusus. Diketahui, Pohon Cinta adalah Pohon Beringin tua yang diperkirakan sudah berusia ratusan tahun.

Pohon Cinta tumbuh di tengah Pulau Kemaro, ia disebut sebagai simbol cinta yang sejati dan abadi. Banyak orang percaya bahwa ketika pasangan mengukir nama mereka di Pohon Cinta, hubungan mereka akan langgeng dan harmonis.

Berbicara tentang Pohon Cinta tidak bisa terlepas dari legenda kisah cinta saudagar Tiongkok bernama Tan Bun An dengan putri Palembang bernama Siti Fatimah.

Dahulu kala, Tan Bun An adalah seorang pedagang yang datang dari Tiongkok. Ia datang untuk berdagang. Ketika tiba di Palembang, ia bertemu dengan Siti Fatimah yang merupakan putri dari seorang raja Palembang. Keduanya saling jatuh cinta dan mendapat restu dari kedua orang tua Siti Fatimah.

Tapi, kisah cinta mereka terhalang oleh syarat yang diberikan oleh kedua orang tua Siti Fatimah. Tan Bun An harus memberikan Siti Fatimah mahar berupa emas.

Tan Bun An akhirnya kembali ke Tiongkok untuk mengambil emas yang telah ditentukan. Setelah mendapatkan emas yang diminta, Tan Bun An menyembunyikan emas tersebut di dalam sebuah kotak berisi sayuran guna menghindari perampokan.

Saat ia tiba di Palembang, salah satu pengawal kerajaan tidak menyadari bahwa kotak sayuran itu berisi emas yang dibawa oleh Tan Bun An. Kotak itu kemudian dibuang ke sungai karena pengawal mengira bahwa kotak sayuran itu berisi sayuran busuk.

Setelah mendengar hal tersebut, Tan Bun An melompat ke Sungai Musi untuk mencari kotak sayur berisi emas yang ia bawa. Sayangnya, ia tidak muncul lagi ke permukaan. Siti Fatimah melihat kejadian tersebut dan merasa sedih. Akhirnya, ia juga terjun ke sungai dan memilih bertemu kekasihnya yang telah meninggal. Sementara waktu berlalu, tempat mereka tenggelam menjadi gundukan daratan yang saat ini disebut sebagai Pulau Kemaro.

Saat ini, Pohon Cinta dibuka untuk umum, tapi ketika perayaan besar seperti Imlek dan Cap Go Meh, orang-orang di sekitar yang berkunjung dilarang masuk ke kawasan Pohon Cinta. Hal ini dilakukan agar tidak ada vandalisme yang dilakukan oleh wisatawan saat berkunjung.

Related posts