Museum Kereta Keraton Yogyakarta

Museum Kereta Keraton Yogyakarta

Bicara kereta kraton Ngayogyokarto tak pernah lepas dari sejarah panjang keraton Ngayogyokarto yang telah berusia ratusan tahun. Melihat kereta itu se

Daftar kuliner di Jogja
Event Pariwisata Nasional: Jogja Air Show 2017
Peringati Hari SumpahPemuda Dengan Seni

Bicara kereta kraton Ngayogyokarto tak pernah lepas dari sejarah panjang keraton Ngayogyokarto yang telah berusia ratusan tahun. Melihat kereta itu secara langsung, dalam kacamata kita terasa akan keagungan akan alat transportasi yang pernah dipakai Sultan Hamengku Buwono terdahulu dan para kerabat. Bagi masyarakat Yogyakarta ingatan itu akan terkenang begitu dalam saat melihat kereta ini muncul pada acara kraton. Apalagi membayangkan usia yang sudah satu abad lebih, secara otomatis imajinasi kita tidak bisa dilepaskan dari mistik. Karena itulah ada kereta kraton yang tidak boleh untuk dibikin replikanya karena takut terjadi sesuatu pada pembuatnya.

Kereta-kereta Keraton Yogyakarta ini berjumlah sebanyak 18 buah. Kereta-kereta tersebut sekarang tersimpan di Museum Kereta Keraton Yogyakarta di Jl Rotowijayan Yogyakarta. Kereta-kereta tersebut kemudian dianggap pusaka dan diberi nama seperti pusaka-pusaka keraton lainnya.

Berikut nama-nama kereta kraton tersebut ;

Nyai Jimat ; Kereta tertua di Keraton Yogyakarta adalah Nyai Jimat 2 (dua) versi pendapat tentangnya asalnya yaitu Berasal dari Belanda dan Inggris. Pendapat yang menyatakan bahwa kereta tersebut dari Belanda menerangkan bahwa kereta tersebut merupakan hadiah dari Gubernur Jendral Jacob Mossel (1750-1761). Hadiah tersebut diberikan kepada Sultan Hamengku Buwana I dan digunakan sampai dengan Sultan Hamengku Buwana III. Pendapat yang kedua menyatakan bahwa Nyai Jimat adalah hadiah dari pemerintah Inggris (1811-1816) kepada Sultan Hamengku Buwana III. Kereta tersebut digunakan sampai dengan masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwana V. Kyai Manik Retno dan Kyai Jaladara berasal dari masa Sultan Hamengku Buwana IV. Pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwana VI dipesan tiga buah kereta yaitu Kyai Harsunaba, Kyai Garudayaksa, Kyai Wimanaputra, Kereta Kyai Wimanaputra dan Kyai Harsunaba dibuat di pabrik G. Barendse, Semarang. Kyai Garudayaksa dipesan pada tahun 1867 di pabrik Hermans en Co, Belanda. Pembuatannya selesai tahun 1869 dan selama 75 tahun menjadi kereta resmi atau kereta kebesaran Keraton Yogyakarta. Pada masa Sultan Hamengku Buwana VII kereta ini pernah dipugar dan pemugaran lagi dilakukan pada masa Sultan Hamengku Buwana IX. Pada masa pemerintah Sultan Hamengku Buwana VIII diketahui ada 9 buah kereta.
Kyai Garudayaksa; dianggap sebagai pusaka yang penting sehingga air bekas siraman kedua kereta tersebut dipercaya dapat memberikan kekuatan tertentu.
Kyai Jaladara;
Kyai Ratapralaya ; untuk membawa jenazah Sultan dan juga putra-putri Sultan. Menurut sejarahnya tidak lama setelah kereta selesai dibuat Sultan Hamengku Buwana VIII wafat pada tahun 1938.
Kyai Jetayu ; digunakan oleh putra mahkota untuk menyaksikan pacuan kuda.
Kyai Wimanaputra
Kyai Jongwiyat; digunakan oleh komandan prajurit keraton. Juga dipakai untuk kirab pada acara pernikahan keluarga (terutama putra-putri) kraton.
Kyai Harsunaba;
Bedaya Permili ; adalah buatan pabrik kereta G.Barendse, Semarang digunakan untuk membawa rombongan penari keraton atau abdi dalem juga komandan prajurit keraton.
Kyai Manik Retno; Kereta Kyai Jaladara & Kyai Manik retno digunakan oleh Sultan untuk keperluan inspeksi ke luar kota.
Kyai Kuthakaharjo
Kyai Kapolitin; untuk kendaraan rekreasi Sultan.
Kyai Kus Gading
Landower
Landower Surabaya,
Landower Wisman; Kereta-kereta seperti Landower, Landower Surabaya, Landower Wisman adalah kereta untuk para pengawal sultan.
Kyai Puspoko Manik;
Kyai Mondrojuwolo; kereta sekitar tahun 1820 & dibuat di Jawa. Kereta ini berasal dari masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwana III. Menurut tradisi keraton kereta Kyai Mondrojuwolo ini merupakan kendaraan Pangeran Diponegoro.
Kereta-kereta Keraton Yogyakarta ini berdasarkan bentuknya dibedakan ke dalam 3 macam kelompok yaitu:

Kereta terbuka beroda dua (misalnya Kapolitin), Tipe Curricle termasuk kereta terbuka.
Kereta terbuka beroda empat (misalnya Kyai Jongwiyat, Landower, Landower Wisman, Landower Surabaya, Kyai Manik Retno, Kyai Jetayu, Bedoyo Permili)
Kereta tertutup beroda empat (misalnya Nyai Jimat, Kyai Garudayaksa, Kyai Wimanaputra, Kyai Harsunaba, Kyai Kuthakaharjo, Kyai Puspoko Manik, Kyai Kus Gading). Kereta jenis ke-3 ini merupakan kendaraan untuk keluarga Sultan. Menurut informasi kereta-kereta milik Keraton Yogyakarta ini merupakan kereta yang bertipe Eropa; Coupe, Phaeton, Berline, Landau, Glaslandauer a la Daumont. Tipe Landau dan Glaslandauer ala Daumont merupakan kereta yang bagian atapnya dapat dibuka dan ditutup. Tipe Vis-a-Vis merupakan kereta yang tidak mempunyai atap. Tipe Phaeton merupakan kereta terbuka.
Dari 18 kereta Keraton Yogyakarta, 13 kereta diatantarnya diketahui nama asal pembuatnya sedang sisanya tidak diketahui nama asal pembuatnya. Di antara 13 kereta, 7 kereta berasal Belanda dan Jerman sedangkan 6 kereta lainnya berasal dari Semarang dan Yogyakarta. Nama-nama keretea tersebut tertera pada tutup as roda.

Kereta Landauer dan Landauer Wisman adalah kereta-kereta yang dibuat oleh Spyker, Belanda. Landauer Surabaya, Kyai Gus Gading, dan Kyai Kuthakaharjo masing-masing dibuat oleh Herman’s Hage Belanda, Henrich & Veth Belanda dan Ed. Kuhlstein Berlin. Kereta Kyai Puspoko Manik dan Kereta Kyai Jetayu dan Kyai Ratapralaya dibuat di Rotowijayan, Yogyakarta.

Berkaca dari sejarah panjang kereta kraton itu, kami coba melestarikan warisan yang tak ternilai dalam bentuk replika, yang memungkinkan setiap orang bisa memiliki. Dengan bahan kayu dari pinus dan fiber disini dibuat bentuk replika kereta kraton yang mirip aslinya, dari tempat duduk, roda, lampu & perlengkapan lainnya dibuat menyerupai asli kereta kebanggaan Kraton Yogyakarta ini. Sebagai hiasan ruangan atau souvenir replika kereta kraton ini cocok untuk menambah koleksi yang layak anda miliki.

Karena tidak setiap saat pengunjung bisa melihatnya bentuk bisa dilihat dalam replika

COMMENTS