Kepala Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi peran Aktivis Muda Mangkunegaran, yaitu Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X, Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo (Gusti Bhre), yang aktif berpartisipasi dalam pengembangan pariwisata di Kota Surakarta.
“Jawa Tengah mengalami peningkatan ekonomi yang pesat, dan kontribusi terbesar datang dari sektor konsumsi dan pariwisata,” kata Sumarno setelah hadir dalam penghargaan adat yang disebut dengan “Tingalan Jumenengan” atau “Mangkunegara X” di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (7/2/2025).
Mengenai Pura Mangkunegaran, saya memutuskan bahwa sejak tiga tahun terakhir ia duduk di panggung yang luas, Pura Mangkunegaran menjadi lebih inklusif.
Mulai dari pengenalan budaya di Pura Mangkunegaran, hingga menawarkan pengalaman kulineran ala keraton melalui Resto Pracima Tuin.
“Mudah-mudahan menjadi salah satu daya tarik terbesar bagi destinasi wisata di Jawa Tengah,” ucapnya.
Ia berharap Gusti Bhre terus mengembangkan kebudayaan di Surakarta, termasuk kesenian dan kuliner.
Sementara itu, Mangkunegara X, Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kesetiaan yang telah diberikan selama tiga tahun terakhir.
Ia mengatakan, kesepakatan antara warisan budaya dan inovasi masa depan menciptakan kekontribusian.
Hal ini bisa menjadi fondasi manusia agar terus berada dalam keharmonisan dan keberlanjutan.
“Marilah kita membangun peradaban yang lebih bermakna untuk generasi yang akan datang,” katanya.
Ia percaya bahwa melestarikan masa lalu dapat memperkuat pembangunan masa kini untuk membangun masa depan.
“Marilah kita membentuk bangsa yang lebih bermakna bagi generasi yang akan datang. Kita yakin, dengan menyelamatkan masa lalu, kita memperkuat masa kini untuk membentuk masa depan,” ujarnya.
Baiklah, saya ulangi informasi yang disebutkan bahwa kegiatan Tingalan Jumenengan ini adalah sebagai peringatan untuk langkah ke majelis/jingkat kenaikan tahta.
Awan Media Istimewa
