Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) ke-31

45

Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) ke-31 tahun 2019 rencananya tidak lagi hanya mengangkat kesenian saja, tapi menjadi Festival Kebudayaan Yogyakarta. Untuk itu, FKY 2019 mengangkat tema ‘Reidentifikasi maupun Ready Finding Kebudayaan Yogyakarta’.

Hal ini dikemukakan oleh Ketua Umum FKY 2019 Faksi Laras Alip usai bertemu dengan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Selasa (12/02). Bertempat di Gedhong Pare Anom, Kepatihan, Yogyakarta, Alip mengatakan, penyelenggaraan FKY 2019 bermaksud untuk memperlihatkan seperti apa kebudayaan Yogyakarta. Harapannya agar kebudayaan Yogyakarta mampu direpresentasikan dan diterjemaahkan kepada publik serta dapat diterima masyarakat.

“Ini tantangan terbesar bagi kami, karena FKY sekarang sudah bukan lagi festival kesenian saja, tetapi festival kebudayaan juga. Kami harus menerjemahkan kebudayaan dalam bentuk FKY yang sudah ada di dalam pemikiran masyarakat Yogyakarta, karena lingkup kebudayaan sangat luas,” ungkapnya.

FKY adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan untuk melestarikan kesenian di Yogyakarta. FKY juga identik dengan pemuda. Panitia sendiri mengharapkan tamu yang akan datang ke FKY tahun ini juga berasal dari negara lain. Dengan begitu, acara FKY menjadi agenda wisata bagi wisatawan mancanegara.

Dalam pertemuan ini, Alip pun memohon izin dan restu dari Wakil Guberbur DIY untuk menjalankan tugas dalam acara FKY 2019 agar berjalan dengan baik dan lancar. FKY rencananya akan dilaksanakan pada bulan Juli 2019.

Wakil Gubernur DIY berharap, pelaksanaan FKY dapat berkolaborasi dengan Barahmus (Badan Musyawarah Museum) dan Dinas Kebudayaan DIY. Tujuannya agar dapat mengembangkan museum-museum dan budaya yang ada di Yogyakarta. Ini karena Yogyakarta tidak didorong menjadi kota wisata, tetapi kota budaya.

“Dengan kolaborasi ini, diharapkan juga bisa menunjang minat berkunjung ke museum. Karena selama ini hanya orang-orang tertentu atau khusus saja yang tertarik datang ke museum. FKY juga diharapkan dapat mengubah mindset masyarakat tentang museum,” ungkap Sri Paduka.

READ  Pantai Timang Amazing

Ki Bambang Widodo selaku Ketua Umum Barahmus DIY mengungkapkan, tantangan yang harus dihadapi adalah bagaimana cara membuat masyarakat untuk tertarik dengan meseum. Untuk itu, pengelolaan museum harus menyesuaikan minat masyarakat di era teknologi ini.

“Misalnya saja, bagaimana kita melakukan publikasi melalui media sosial, sehingga masyarakat tertarik dengan museum. Di samping itu, koleksi yang ada di museum bisa menjadi daya tarik untuk masyarakat,” ungkapnya.

Ki Bambang menambahkan, Barahmus juga akan gelar potensi museum berupa pameran yang menampilkan 38 anggota Barahmus. Ia berharap, FKY bisa menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk lebih mencintai kebudayaan Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here