by

Begini Penampakan Rumah Di Sleman Yang Jadi Titik Pertemuan Tol Yogyakarta-Bawen Dan Yogyakarta-Solo

Sleman – Pembangunan jalan Yogyakarta-Baun dan Yogyakarta-Solo terus berlanjut.

Salah satunya adalah Dusun Sanggrahan, Tirtoadi, Mlati dan Sulaiman Yogyakarta.

Situs ini akan menjadi titik temu proyek pembangunan jalan tol Yogyakarta-Barwin dan Yogyakarta-Solo.

Beberapa warga yang saat ini terkena dampak telah diberi kompensasi dan pergi.

Sebagian besar tanah yang terkena dampak telah diratakan.

Pada Jumat (3 April 2022), rumah warga yang terkena dampak di sebagian besar wilayah menggunakan buldoser.

Ada juga bangunan tanpa rumah yang dipertaruhkan.

Dusun Sangrahan memiliki 120 kavling dari total 344 kavling di Desa Tirtoadi yang tergerus proyek pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen.

Juga, 60~70 sawah berbentuk bangunan, dan sisanya adalah sawah dan pekarangan.

Angka tersebut belum termasuk wilayah terdampak tol Yogyakarta-Solo.

Berdasarkan informasi yang diperoleh baru-baru ini, tingkat pembebasan lahan untuk pembangunan Tol Bawin di Yogyakarta mencapai 91%.

Satuan Kerja Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Kementerian PUPR terus berupaya mengamankan lahan untuk proyek-proyek strategis.

Wijayanto, Pejabat Pelaksana Komitmen PJBH Dinas PUPR, mengatakan pembayaran terakhir dilakukan di Desa Banyorijo, Candi Kabupaten Sulaiman.

Pada 2022, targetnya adalah menyelesaikan sisa lahan yang belum dibayar pada Juli.

“Target saya 2022, sisanya selesaikan,” katanya, Rabu (9/2/2022). “Progresnya sudah 91%.”

Ia menambahkan, sisa 9% tanah yang belum rampung adalah kas desa, tanah wakaf, dan tanah milik lembaga.

“Ini adalah tanah yang sangat istimewa,” katanya. Dengan kata lain, butuh waktu lama karena ada izin khusus.”

Dijelaskannya, total tanah yang disetor di Bagorigo sebanyak 224 kavling di atas lahan seluas 72.058 meter persegi.

Wijayanto menjelaskan, “total keuntungannya Rp 126 miliar”.

Wijayanto menjelaskan, ada sekitar 37 bidang tanah kosong desa yang akan dibebaskan.

“Nilainya mendekati 95 miliar rupiah di atas lahan seluas 5,7 hektare,” ujarnya.

Wijayanto menambahkan, target penyelesaian pembebasan lahan seharusnya awal tahun ini.

Hanya saja kami memiliki rencana untuk menambah lahan lagi, sehingga kami perlu memperpanjang pembebasan lahan.

Proses pembangunan fisik belum dimulai karena rencana penambahan lahan.

“Kami perkirakan pembayaran pembebasan lahan dan ganti rugi akan selesai 100% pada Juli 2022,” pungkasnya. (| karang | hda)

Artikel ini telah diterbitkan dengan judul Pemandangan Rumah Tertabrak Jalan Tol Baowen Yogyakarta, Kabupaten Solomon.

Siaran Pers Jogja Ahmed Sharifuddin

Latest Fashion