Mereka Sebut Hjdkkendon Sudah Bisa Main Kedepan, Polos dan Lucu – Tribun Pontianak
Alex Pastoor mengatakan bahwa dia tidak akan menerapkan skema sepak bola total di tim nasional Indonesia saat bertanding melawan Australia
Pernyataan tersebut didasarkan pada wawancara khusus yang diberikan oleh pelatih 2, Dany Landzaat.
Kepada Timnas Indonesia dianggap tidak sesuai untuk menerapkan permainan total football.
Sebabnya, tidak sejalan dengan gaya pertandingan tim Garuda.
Menurut Alex Pastoor, permainan total football memerlukan banyak pemain kelas A dengan kemampuan multi-posisi yang ideal.
Sementara itu, para pemain Indonesia sekarang lebih fokus pada permainan posisi.
Maka, dalam wawancara yang diadakan, Alex Pastoor lebih memilih strategi permainan catenaccio.
Itupun tidak akan diterapkan jika sudah lebih dari setahun menjadi pelatih tim nasional Indonesia.
Tidak dijelaskan secara spesifik strategi apa yang diambil untuk melawan tim nasional Australia.
Alex Pastoor hanya menjawab, semua orang tahu bahwa Australia adalah level yang jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia.
“Generasi ini sini ketika segalanya sudah runtuh,” ungkap Alex.
Tapi meskipun demikian, Australia tetap menjadi ancaman besar.
Oleh karena itu, dalam pertandingan nanti Timnas Indonesia akan bermain lebih berselamat.
“Pasti kami akan bermain aman dengan formasi 5-3-2, agar mencegah kekalahan di lawan bertempat,” tukasnya.
Terbukti bahwa saat melawan Australia nanti, Timnas Indonesia tidak akan bermain sepak bola yang total dan catenaccio.
Australia akan bertemu dengan Indonesia pada tanggal 20 Maret 2025.
Lalu 5 hari kemudian, Indonesia akan bertemu Bahrain.
Pada bulan Juni nanti, tanggal 5 Juni 2025, tim nasional (Timnas) Indonesia yang menjadi tuan rumah akan bertemu dengan China.
Pertemuan berikutnya akan berlangsung pada tanggal 10 Juni 2025 dengan negara Jepang.
Baca Berita Lainnya Kamihg
Dapatkan Berita Terkini dan Viral Melalui Saluran Ini
!!!Membaca Membuat Otak Seperti Berolahraga!!!






