Momen Sakral 2 Warga Binaan Lapas Kelas I Madiun Langsungkan Pernikahan

  • Whatsapp

MADIUN – Pernikahan menjadi momen berharga bagi kedua mempelai walaupun digelar di Lapas Kelas I Madiun. Keluarga sendiri dari kedua mempelai turut hadir dalam momen sakral tersebut. Setelah akad nikah, sesi foto bersama diadakan untuk mengabadikan momen berharga ini.

Kabid Pembinaan Lapas Kelas I Madiun, Budi Ruswanto mengatakan bahwa pihaknya terus berusaha untuk memberikan kemungkinan pelayanan pemasyarakatan yang lebih manusiawi dan mencakup semua pihak.

“Salah satu contoh nyata dari perubahan layanan tersebut adalah dengan menyelenggarakan pernikahan bagi para warga binaan, sebagai bentuk penghormatan terhadap hak-hak dasar mereka,” ujar Budi, Kamis (6/2).

Lapas Kelas I Madiun berkomitmen memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk menjalankan hak-haknya, termasuk dalam membangun rumah tangga.

“Politik ini adalah bagian dari upaya reformasi layanan pemasyarakatan berbasis kemanusiaan,” katanya.

Pihaknya memastikan warga binaan tetap mendapatkan hak-hak asasinya, termasuk hak untuk menikah.

“Ini adalah langkah konkret dalam membangun sistem yang lebih inklusif dan mendukung proses reintegrasi sosial,” ucapnya.

Pernikahan ini terlaksana atas kerja sama antara pihak LAPAS, keluarga mempelai, serta Kantor Urusan Agama (KUA). Semua persyaratan administratif dan legalitas telah dipenuhi, sehingga prosesi pernikahan dapat berlangsung lancar.

Program untuk memulihkan peserta didik yang telah menjalani masa hukuman yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas kepribadian mereka dan memberikan harapan mereka untuk melakukan transformasi positif dan membangun kehidupan yang lebih baik.

“Lapas tidak hanya menjadi tempat melaksanakan hukuman, tetapi juga menjadi sarana pembimbingan serta pemulihan hubungan sosial dan keluarga. Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan semangat baru dan kontribusi yang lebih bermanfaat,” ujar Budi.

Related posts