Puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-259 Kota Yogyakarta yang dipusatkan di Tugu Pal Putih Yogyakarta berlangsung sangat meriah. Ribuan warga tumpah ruah memenuhi jalan Jenderal Sudirman, kawasan Tugu dan dan jalan Margo Utomo hingga jembatan Kleringan. Berbagai atraksi seni dan budaya dari 45 kelurahan  sekota Yogyakarta dan juga persembahan dari para pegiat seni.

Pesta Rakyat yang dikemas dalam Pawai  Budaya Jogja Istimewa itu mampu menghibur penonton yang sejak sore hari sudah berada di lokasi.  Puncak peringatan Hari jadi Kota Yogyakarta itu dihadiri oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, Walikota Yogyakarta, Pimpinan Forkompinda DIY dan Kota Yogyakarta, Pimpinan DPRD DIY dan Kota Yogyakarta, Perwakilan dari  pemerintah Kota Sawahlunto serta para tokoh masyarakat, budayawan dan seniman.

Gubenur DIY Sri Sultan HB X dalam sambutannya mengajak warga Yogyakarta untuk senantiasa bersyukur. “Setiap memperingati ulang tahun hendaknya kita senantiasa bersyukur kehadapan Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkenanNya sehingga kita masih bisa merayakan,” ajak Sultan kepada ribuan warga yang memenuhi Tugu Pal Putih.

Sultan mengatakan  bahwa hari jadi kota Yogyakarta ke-259 ditandai dengan pesta rakyat Jogja  yang titik sentralnya  berada di Tugu Pal Putih  tentu membawa pesann yang sangat bermakna.  “Pertama  secara kultural, sebagai wahana introspeksi diri sudah sampai dimanakah  kita mencapai visi  untuk berbakti, melayani sesama. Kedua, secara historis adalah saat untuk introspeksi  dan merefleksi sejarah perkembangan kota selama 259 tahun. Apakah berada di tapak jalan lurus dengan tekad golong gilig menuju kepada hamayu hayunging bawono, membangun harmoni kehidupan kota dan warganya yang berkualitas,” ujar Sultan.

Dua pertanyaan itu menurt Sultan layak disampaikan kepada publik. Karena warga kotal Yogyakarta yang berhak menilai.  Ditambahkan, secara spiritual hal ini searah dengan makna perjalanan  dari Tugu ke Keraton yang menunjukkan kesempurnaan kehidupan manusia menghadap sang Maha Pencipta. Dan, secara kontekstual, peringatan di Pal Putih harus dibaca dengan merenungkan ‘sawiji’ guna membangkitkan greget untuk kemudian ‘gumregah’ agar tercapainya visi kota Yogyakarta.

Pesta Rakyat puncak Hari UlangTahun ke-259 Kota Yogyakarta mengingatkan Sultan akan peristiwa 16 tahun yang lalu yakni Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) yang mewadai ekspresi kreativitas dan inovasi seni. Menurutnya hal itu layak diapresiasi.  Karena melibatkan seluruh elemen warga.

Sultan menambahkan Pemerintah Propinsi DIY senantiasa memberi apresiasi atas prakarsa pemerintah Kota Yogyakarta dalam upaya menciptakan suasana kota yong  lebih berbudaya nyaman dan aman.

Sementara itu, Walikota  H. Haryadi Suyuti mengatakan setiap merayakan ulang tahun kotanya, Pemerintah Kota  Yogyakarta senantiasa berusaha memberikan kesan bagi seluruh warganya. “Seperti halnya tahun ini dalam rangka memperingati berdirinya Kota Yogyakarta yang ke-259 , segenap entitas kota Yogyakarta  menunjukkan  rasa syukur  dalam sebuah kegiatan  yang disebut Pesta Rakyat Yogyakarta,” ujar Walikota.

 Dijelaskan, Pesta rakyat ini menampilkan berbagai ekspresi dan karya masyarakat  yang tertuang dalam pesta seni  di 45 kelurahan, pemasangan lampion dan penjor disetiap sudut kota selama satu bulan penuh. Selain itu, digelar pula gerebeg pasar tradisional, gerebeg Mall, dan Kenduri Jogja dimana warga dan pejabat kota Yogyakarta makan bersama 100 buah tumpeng di halaman Balaikota.  Pesta rakyat Yogyakarta  bukan saja diisi oleh para seniman Yogyakarta saja tetapi partisipasi dari  berbagai daerah sahabat  Kota Yogyakarta.

Dalam perjalanan waktu kota Yogyakarta telah berproses membangun diri  menjawab tantangan dan berupaya  untuk senantiasa mewujudkan impian  mecapai visi kota Yogyakarta yakni mewujudkan kota Yogyakata sebagai kota pendidikan yang berkualitas,  berkarakter dan inklusi, pariwisata berbasis budaya , dan pusat pelayanan jasa yang berwawasan lingkungan dan ekonomi kerakyatan.

Untuk mencapai visi itu Pemkot Yogyakarta bereperan mendorong  dan mengkondisikan agar  semua masyarakat berperan  dan bahu membahu dalam membangun diri  dan kota Yogyakarta. Seluruh entitas kota Yogyakarta diharapkan mampu mewujudkan  visi Yogyakarta berlandaskan pada nilai-nilai kearifan lokal  yakni nilai-nilai Ngayogkarto Hadiningrat, yakni Segoro Amarto.  Pada kesempatan itu, Walikota mengucapkan rasa terima kasihnya kepada  pemerintah DIY, Warga  masyarakat dan dunia usaha dan semua pihak yang telah mendukung seluruh kegiatan peringatan HUT ke-259 Kota Yogyakarta.

Usai menyaksikan pesta rakyat itu, Walikota mengatakan pemkot dan seluruh warga Yogyakata berkomitmen untk selalu membuat Yogyakarta selalu dikenang dan dikangeni oleh semua orang. Untuk itu, pemerintah akan terus mendorong warganya agar terus mengasah dan meningkatkan serta memberdayakan segala potensi dimiliki.  Warga juga diminta untuk ikut membangun  kota Yogyakarta dengan kemampuannya masing-masing serta tetap menjaga dan memelihara kota Yogyakarta agar tetap bersih, sehat, tertib, indah dan nyaman bagi semua .   “Dengan demikian orang akan terus bekunjung ke Yogyakarta dan merasa kangen dengan kota ini,” ujarnya. (@mix)