PPS Inti Ombak Gelar Pameran Pencak Silat di TBY

PPS Inti Ombak Gelar Pameran Pencak Silat di TBY

Persatuan Pencak Silat (PPS) Inti Ombak mengadakan pameran budaya, seni, dan tradisi tentang Pencak Silat yang berlangsung sejak tanggal 28 dan 29 Agu

Wisata Taman Pintar
Oseng-oseng Mercon Yogyakarta
Lampion simbol pengharapan

Persatuan Pencak Silat (PPS) Inti Ombak mengadakan pameran budaya, seni, dan tradisi tentang Pencak Silat yang berlangsung sejak tanggal 28 dan 29 Agustus 2015 di Gedung Societeit Taman Budaya Jogja. Sebelumnya, pameran tersebut akan diawali dengan seminar mengenai Pencak Silat yang digelar Hari Kamis (26/8/2015).

Beberapa hal yang akan dipamerkan dalam acara tersebut antara lain adalah berbagai macam dokumentasi mengenai Pencak Silat mulai dari yang berbentuk tulisan, fotografi, dan video. Dan tak ketinggalan PPS Inti Ombak akan memamerkan pengobatan tradisional yang berbasis Pencak Silat, senjata, hingga kesenian Pencak Silat itu sendiri.

Pembukaan pameran akan berlangsung Hari Jumat (28/8/2015) pukul 9 pagi di Gedung Societeit Taman Budaya Jogja. Kesenian yang akan ditampilkan di hari pertama yaitu Lesung Guyub Rukun, Geguritan Sarwobudoyo, Sinden Siter, dan Karawitan Hadiseno Budoyo. Hari kedua pameran juga dibuka pada jam yang sama dengan menampilkan Karawitan Anak-Anak, Barongsai Isakuiki, Santiswara Sukolaras, Pengiring Xtravagongso, dan Senam Pencak Silat yang dipimpin sesepuh Pencak Silat Indonesia, Abdul Wahab.

Ketua panitia pameran Pencak Silat ini, Andreas Sigit Cahyana mengatakan bahwa pameran ini bertujuan menampilkan Pencak Silat secara utuh. “Ada empat aspek dalam Pencak Silat, yaitu beladiri, olahraga, spiritual, dan kesenian. Kita tidak mau Pencak Silat hanya dilihat sebagai olahraga. Kalau menggeluti Pencak Silat harus bisa pengobatan spiritual juga dan aspek lainnya. Kita mau tunjukkan itu ke masyarakat,” ujar Sigit yang juga menjadi Ketua PPS Inti Ombak saat memberi keterangan kepada pers, Selasa (25/8/2015).

Sementara itu Ludiarto Bimasena, penanggung jawab seminar menjelaskan bahwa pihaknya ingin memperkenalkan konsep Silatografi kepada publik. Seminar sendiri dilaksanakan di Hotel Jambuluwuk, Kamis (27/8/2015) mulai pukul 09.30 WIB. “Istilah Silatografi hanya berawal dari obrolan santai antara penggiat Pencak Silat. Tapi konsep ini menjadi penting karena pelaku Pencak Silat harus berani menulis atau membuat video serta foto tentang dirinya dalam bingkai Pencak Silat agar Pencak Silat lebih dikenal masyarakat dan tidak dianggap eksklusif,” ungkapnya.

Di Hari Sabtu (29/8/2015) nanti dijadwalkan juga serah terima penghargaan dari perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada mantan atlet Pencak Silat yang kini telah berada di usia senja. “Kita belum tahu siapa yang akan datang, tapi perwakilan Kemenpora sudah menjanjikan akan hadir untuk memberikan penghargaan kepada sesepuh Pencak Silat yang sudah mengharumkan nama Indonesia dan Pencak Silat sendiri hingga dikenal di penjuru dunia,” pungkas Sigit

COMMENTS