Desa Wisata Brayut

Desa Wisata Brayut

Desa wisata ini berlokasi di Brayut, Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta. Desa Wisata Brayut adalah desa budaya berbasis pertanian. Pengunjung bisa menik

Desa Wisata Bobung
Desa Wisata Bleberan
DESA WISATA PENTINGSARI

Desa wisata ini berlokasi di Brayut, Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta. Desa Wisata Brayut adalah desa budaya berbasis pertanian. Pengunjung bisa menikmati sensasi tinggal di desa lengkap dengan segala rutinitas penduduk seperti menanam padi, belajar membatik, belajar musik tradisional berupa gamelan, menangkap ikan, bahkan mandi di sungai.

Al Sudarmadi selaku ketua pengelola desa wisata Brayut menceritakan mengenai asal-usul keberadaan desa wisata ini.Awal mula dicanangkannya sebagai wisata bermula dari salah satu pemuda yang mengajar di sebuah lembaga pendidikan bahasa asing (PURI) yogyakarta namanya Bapak Budi dan salah satu mata kuliah yang diajarkan adalah bahasa Indonesia sehingga beliau mencoba mengajak mahasiswanya untuk mengunjungi dusun brayut yang berbasis pertanian dan berinteraksi bersama warga sekitar dengan mempraktekkan beberapa kegiatan tradisional di desa itu dan belajar bercocok tanam layaknnya petani di dusun brayut. Respon yang didapat dari mahasiswa cukup baik sehingga setiap mengampu mata kuliah tersebut bapak budi selalu mengajak mahasiswanya mengunjungi dusun brayut. Dan lama-kelamaan hal tersebut dianggap sebagai sebuah peluang sebagai alternative wisata, untuk kemudian berada dibawah naungan yayasan ani-ani dan dicanangkan sebagai desa wisata. Ketika memasuki area desa wisata ini, wisatawan akan disuguhkan dengan hijaunya lahan pertanian yang ditanami dengan berbagai macam tanaman, dan di dalam area desa wisata sendiri dengan struktur jalan yang berkelok-kelok seperti labirin, ada beberapa sentra yang bisa dijadikan wisata edukasi, diantaranya di sentra peternakan, wisatawan akan diajarkan bagaiimana beternak, di salah satu rumah yang dekat dengan Joglo 1 terdapat budidaya jamur yang diperuntukkan untuk wisata juga. Desa wisata ini menyuguhkan berbagai kegiatan tradisional masyarakat yang sudah jarang kita temui, keunikan inilah yang menjadikan desa wisata brayut berbeda dari beberapa desa wisata yang ada di Yogyakarta, desa ini lebih menonjolkan unsur tradisional untuk objek wisatanya. Desa wisata ini memiliki beberapa joglo, joglo-joglo ini fungsinya untuk pertunjukkan kesenian dan juga bisa dipakai sebagai tempat menginap. “disini kami punya 3 joglo, karena disini kami punya beberapa pertunjukkan kesenian jadi nanti joglo-joglo tersebut difungsikan untuk pertunjukkan kesenian, semisal, joglo 1 untuk pertunjukkan tari-, joglo 2 untuk kesenian wayang.” Pungkas Rusherwati selaku bendahara. Para wisatawan pun bisa memilih pertunjukkan apa yang diminati untuk ditonton. Bagi wisatawan yang ingin berwisata dan menghabiskan beberapa hari untuk tinggal, telah disediakan homestay yang terletak di sebagian rumah warga yang sebelumnya telah diseleksi daris segi kebersihan dan fasilitas dari rumah tersebut. “tdak semua rumah bisa dijadikan homestay, kami harus memilih dan menyeleksi dulu agar para pengunjung bias tinggal dengan nyaman.” Jelas Wati kesenian yang dipertontonkan sebagai hiburan pun bisa dipilih sesuai dengan minat wisatawan, “disini kami mempunyai banyak kesenian diantaranya membatik, karawitan, menari dan beberapa yang lainnya.” Tutur Wati. Selain melihat pertunjukkan dan melihat kegiatan tradisional yang dilakukan warga, wisatawan bisa ikut serta dan mencoba langsung, mereka bisa mencoba langsung tentang bagaimana cara mengolah tanah pertanian, beternak sapi hingga membuat makanan tradisional dari Desa Brayut yaitu Legondo (sejenis lemper yang berisikan buah pisang). Karena berbasis pertanian maka hal yang paling menonjol adalah bagaimana mengajarkan para wisatawan yang penasaran mengolah tanah pertanian dengan cara yang tradisional, mereka akan diajarkan mulai dari mengolah tanah hingga pembibitan. Untuk mencapai Desa Wisata ini hanya diperlukan sekitar 30 menit perjalanan dari kota Yogyakarta, Desa wisata ini terletak Pandowoharjo, Ngaglik, Sleman.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/arinena/desa-wisata-brayut_550d5265813311ae77b1e285

COMMENTS