Home » Seputar Jogja » Candi Ijo

Candi Ijo

Candi Ijo

Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini berada lereng barat sebuah bukit yang masih merupakan bagian perbukitan Batur Agung, kira-kira sekitar 4 kilometer arah tenggara Candi Ratu Boko. Posisinya berada pada lereng bukit dengan ketinggian rata-rata 375 meter di atas permukaan laut. Candi ini dinamakan “Ijo” karena berada di atas bukit yang disebut Gumuk Ijo. Kompleks percandian membuka ke arah barat dengan panorama indah, berupa persawahan dan bentang alam, seperti Bandara Adisucipto dan pantai Parangtritis.

Dataran tempat kompleks utama candi memiliki luas sekitar 0,8 hektare, namun kuat dugaan bahwa kompleks percandian Ijo jauh lebih luas, dan menjorok ke barat dan utara. Dugaan itu didasarkan pada kenyataan bahwa ketika lereng bukit Candi Ijo di sebelah timur dan sebelah utara ditambang oleh penduduk, banyak ditemukan artefak yang mempunyai kaitan dengan candi.

Candi Ijo, berlokasi di Bukit Ijo, Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarata

Candi Ijo adalah sebuah candi yang letaknya paling tinggi di antara candi-candi yang lain di Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Ijo, berlokasi di Bukit Ijo, Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarata. Untuk masuk ke Candi Ijo tidaklah di pungut biaya, cukup mengisi daftar buku tamu.

Candi Ijo dibangun pada abad ke-9 di sebuah bukit dengan ketinggian 410 meter.

Bukan hanya candi yang bisa di nikmati namun pemandangan alam di bawahnya, yang berupa teras-teras seperti di daerah pertanian yang memiliki kemiringan cukup curam.

Kompleks candi terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras . Teras pertama hingga teras ke sebelas berupa teras berundak yang membujur dari arah barat ke timur.

Bangunan pada teras ke-11 adalah pagar keliling, delapan bah lingga patok, empat bangunan yaitu candi utama dan tiga candi perwara. Ragam bentuk seni rupa dijumpai sejak masuk ke bangunan ini, candi Ijo tergoling candi Hindu. Hal ini bisa di lihat dengan adanya kala-makara yang motif kepala ganda di atas pintu masuk. Motif kepala ganda dan atributnya juga bisa dijumpai pada candi Budda.

candi ijo nan cantik

Ada pula arca yang menggambarkan sosok perempuan dan laki-laki, sosok tersebut dapat mempunyai beberapa makna, pertama sebagai cara untuk mengusur roh jahat atau dapat juga bermakna sebagi lambang bersatunya Dewa Siwa dan Dewi Uma yang berarti sebagi awal terciptanya alam semesta.

Terdapat tempat api pengorbanan adalah merupakan cermin masyarakat Hindu yang memuja Brahma, ada tiga candi perwara yang menunjukkan penghormatan masyarakat pada Hindu Trimurti, yaitu: Brahma, Siwa, dan Wisnu.

Salah satu karya yang menyimpan misteri adalah 2 buah prasasti yang terletak di bangunan candi pada teras ke-9. Salah satu prasasti tersebut di beri kode, bertuliskan Guywan yang berarti Pertapaan. Prasasti yang lain terbuat dari batu berukuran dengan tinggi 14 cm dan tebal 9 cm, memuat mantra-mantra yang di perkirakan berupa kutukan.

Mengunjungi candi Ijo, kamu akan menjumpai pemandangan yang indah, bila menghadap ke arah barat dan memandang ke bawah kamu bisa melihat pesawat take off dan landing di Bandara Adisutjipto.


Similar posts