Bekakak, upacara adat di Ambarketawang

Bekakak, upacara adat di Ambarketawang

Saparan Bekakak merupakan sebuah upacara adat yang digelar masyarakat Ambarketawang setiap tahun di bulan Sapar dalam kalender Jawa. Acara ini dige

Wisata Taman Pintar
Event Pariwisata Nasional: Jogja Air Show 2017
Wisata Alun Alun Kidul Jogja

Saparan Bekakak merupakan sebuah upacara adat yang digelar masyarakat Ambarketawang setiap tahun di bulan Sapar dalam kalender Jawa.

Acara ini digelar untuk mengenang jasa seorang abdi dalem kesayangan Sultan Hamengku Buwono I semasa bertahta di Keraton Ambarketawang, yakni Ki Wirosuto.

Pada tahun ini Saparan Bekakak akan dilaksanakan pada Jumat (3/11/2017) mulai pukul 14.00 WIB.

 Pelaksanaan upacara  saparan gamping tersebut diperinci dalam beberapa tahap yaitu:
– tahap midodareni bekakak
– tahap kirab
– tahap ‘Nyembelih’ pengantin bekakak
– tahap sugengan Ageng.

Kirab bekakak sendiri akan menempuh jarak enam kilometer mulai daru Lapangan Ambarketawang sampai pada petilasan Gunung Gamping.

Sepasang pengantin Bekakak ini terbuat dari tepung ketan yang dibuat menyerupai manusia dan didandani seperti pengantin lengkap dengan sesaji yang ditempatkan pada sebuah keranda yang dihiasi berbagai macam bunga maupun dedaunan. Didalam sepasang pengantin Bekakak berisi air gula jawa atau juruh yang diumpamakan darah, sehingga ketika pengantin Bekakak di sembelih, seolah-olah mengeluarkan darah.

Ketua Panitia Saparan Bekakak, Bambang Cahyono menjelaskan Saparan Bekakak masih sama dengan tahun sebelumnya dimana akan ada pawai ogoh-ogoh, gendruwo hingga wewe gombel.

Sementara itu,sebagian ruas jalan itu nantinya akan ditutup dan diberlakukan pengalihan arus.

“Dari arah barat atau Jalan Wates, pengalihan rute dilakukan di pertigaan Klangon ke arah utara menuju Gedongan dan Tempel, pertigaan Universitas Mercubuana ke utara menuju Godean, dan perempatan Depok di sebelah timur SPBU Ambarketawang ke arah utara,” terangnya.

Sedangkan dari arah timur, arus dialihan mulai dari perempatan ringroad Pelem gurih menuju utara

COMMENTS