Lomba Desain Becak

Lomba Desain Becak Jogja Istimewa yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan DIY memiliki tujuan untuk mengangkat kembali citra moda transportasi lok

Edan2an buka FKY 2015
Embung sriten
Rental Elf Jogja

Lomba Desain Becak Jogja Istimewa yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan DIY memiliki tujuan untuk mengangkat kembali citra moda transportasi lokal di DIY. Lomba yang diadakan dengan mengacu pada Perda No. 5 Tahun 2016 tentang Moda Transportasi Tradisional Becak Dan Andong memiliki visi untuk melestarikan Becak Jogja tidak hanya sebagai moda transportasi namun juga sebuah warisan budaya yang memiliki filosofi kearifan lokal Jogja. Lomba ini juga membawa misi mendukung pariwisata DIY karena dengan menampilkan becak Jogja dengan lebih menarik dan atraktif namun tetap nyaman dikendarai, becak Jogja sangat potensial menjadi salah satu ikon baru pariwisata DIY.

Tujuan dari lomba ini adalah:

Memperoleh desain becak yang sesuai Perda No. 5 Tahun 2016 tentang Moda Transportasi Tradisional yaitu desain yang kreatif inovatif terutama pada bagian spekbor becak.
Desain yang diharapkan adalah desain orisinil yang mengacu pada elemen-elemen lokal khas Jogja dan mengandung filosofis luhur yang tumbuh dalam masyarakat Jogja.
Elemen desain juga harus tetap memperhatikan kenyamanan pengemudi becak.

Dengan mengacu pada visi, misi, dan tujuan kegiatan ini, maka pelaksanaan Lomba Becak Jogja Istimewa idealnya melibatkan masyarakat Jogja secara luas terutama kaum kreatif Jogja yang mampu menciptakan kreasi-kreasi seni yang nantinya akan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan Becak Jogja. Namun lomba ini juga tidak menutup kemungkinan diikuti oleh para peserta dari luar DIY dengan tetap mengacu pada filosofi dasar dan nilai-nilai kearifan Jogja.
Kreasi desain harus kreatif, unik, dan mengandung nilai filosofis kearifan lokal jogja. Namun bidang desain harus tetap mengacu pada bentuk becak kayuh tradisional Jogja. Artinya para peserta tidak mengubah bentuk asli becak kayuh Jogja namun hanya mendesain tampilan visual (menghias) becak saja.

Adapun desain yang diharapkan adalah:

Tampilan samping kanan
Tampilan samping kiri
Tampilan depan
Tampilan belakang

BERAWAL DARI CINTA

Cikal bakal becak kuno berawal dari Jepang. Kala itu sekitar tahun 1869 di Yokohama merupakan kota metropolitan baru jepang yang indah di mana jalanan kota semarak dengan hadirnya lampu-lampu berbahan bakar gas, Adalah seorang pria Amerika Serikat bernama Jonathan Scobie yang menjabat pembantu di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jepang. Saat ia berjalan-jalan menikmati pemandangan Kota Yokohama ia berpikir bagaimana dapat mengajak istrinya Eliza Week untuk menikmati keindahan pemandangan Yokohama. Namun sayangnya, istrinya tersebut lumpuh.

Jonathan Goble kemudian bekerja keras merancang kendaran yang praktis untuk membawa istrinya itu berjalan-jalan menikmati Yokohama.Rancangan Goble adalah sebuah kendaraan mirip kereta kecil tanpa atap dan ditarik oleh manusia. Rancangan tersebut kemudian dikirimkan kepada sahabatnya bernama Frank Pollay dan dibantu oleh seorang tukang besi bernama Obadiah Wheeler untuk menjadi sebuah alat pengangkut. Itulah saat pertama kali “becak kuno” muncul, sebuah kereta kereta kecil yang ditarik dengan tenaga manusia. Orang-orang Jepang menyebutnya Jinrikisha dan penariknya disebut Hiki.
Jinrikisha di Jepang pada tahun 1897
Sumber: http://the-dailyjapan.com

PERKEMBANGAN BECAK DI BERBAGAI NEGARA
Pada tahun 1930-an becak berkembang di India dan Pakistan. Dan awal tahun 1940-an becak mulai dikenal di Singapura, Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Berbeda dengan jinrikisha dan rickshaw yang beroda dua dengan ban mati, becak yang dikembangkan di Asia Tenggara sudah lebih modern. Rodanya tiga dan menggunakan ban angin, mengemudikannya di kayuh dengan kedua kaki. Becak tersebut berkembang dengan cepat karena dirasakan manfaatnya besar bagi orang kaya setelah itu.
Bahkan dibeberapa negara Eropa juga memiliki becak yang didesign dengan lebih rapi dan menarik. Namun becak-becak tersebut tetap mempertahankan prinsip kerjanya yakni dengan jalan di kayuh. Becak-becak ini banyak digunakan sebagai kendaraan wisata.
A tourist Ricsha ride in Chinatown Los Angeles 1938
Sumber: ladang-hijau.blogspot.com659 × 510

SEJARAH BECAK DI INDONESIA

Becak di Indonesia diyakini muncul pada masa awal Perang Dunia II, model awalnya dibuat oleh seorang berkebangsaan Jepang di Makassar yang kemudian di bawa ke Batavia (Jakarta) dan Semarang. Konon, kata becak sendiri berasal dari bahasa Hokkien, yaitu Be Chia, yang berarti kereta kuda. Becak banyak digunakan sebagai moda transportasi angkutan penumpang maupun sebagai alat angkutan jenazah, mengingat ambulans masih merupakan barang yang sangat langka pada saat itu. Becak juga memberikan kontribusi yang substansial sebagai salah satu alternatif angkutan perkotaan di kota yang tidak terlalu besar. Dalam perkembangannya becak menjadi salah satu sarana transportasi utama penopang sendi perekonomian masyarakat, terutama di daerah sekitar pasar-pasar tradisional, perkantoran, pusat keramaian dan sekolah-sekolah.
Sumber: www.palembangdalamsketsa.com

Setiap daerah mempunyai ciri khas tersendiri mengenai desain rancang bangun dan dekorasi gerobak. Bahkan di Sumatera Utara dikenal dengan Bentor (becak bermotor), yaitu becak tradisional dengan pernggerak sepeda motor tua eropa/amerika seperti Norton, BSA, Ariel, bahkan Harley Davidson. Di Jakarta dan sekitarnya pun sempat terkenal dengan nama helicak.

SEJARAH BECAK JOGJA

Sejarawan Sartono Kartodirdjo (1981) yang mengatakan “Becak di Yogyakarta mulai muncul sebelum Perang Dunia II. Selama beberapa tahun setelah ditemukan, becak dapat diterima dengan baik sebagai alat transportasi, yaitu sebagai alat transportasi antar keresidenan dan tempat kerja di kota yang berskala medium. Banyak tenaga kerja untuk mengoperasikan becak ini. Ongkosnyapun juga relatif murah. Lebih cepat dari berjalan kaki dan relatif nyaman. Becak merupakan alat transportasi yang lebih baik dari yang ada sebelumnya untuk memecahkan masalah transportasi dengan jarak yang cukup jauh untuk ditempuh dengan berjalan kaki. Becak merupakan kontribusi yang substansial dalam memecahkan masalah transportasi dalam kota di kota yang tidak terlalu besar. Selain itu, seorang pengusaha becak di Yogyakarta mengatakan becak masuk ke Yogya melalui Semarang pada zaman penjajahan Jepang. “Becak itu pertama kali masuk asalnya dari Jepang. Mereka beredar di Semarang dan akhirnya mulai merambah ke kota-kota lain, termasuk Yogya. Diperkirakan becak hadir sekitar era 1940-an. “Becak waktu itu bannya terbuat dari karet mati dan bentuk atapnya kotak. Selain untuk mengangkut penumpang, becak juga menjadi alat angkutan untuk jenazah dengan cara didandani dengan peci dan kacamata supaya mirip penumpang. Saat itu, ambulans masih merupakan barang langka.
Sumber: Invisible Photographer Asia
Photographs by Shamow’el Rama Surya (www.ramasurya.blog.com)

Becak mengalami masa jaya mulai tahun 1950an. Jumlah becak berkembang pesat pada era 1970-an, seiring dengan mulai terasanya pembangunan ekonomi di masa awal Orde Baru.. Secara umum data tentang becak relatif tetap dari tahun ke tahun. Tahun 1975 jummlah becak antara 4.712 dan 5.917 yang sama dengan data tahun 1995. Data dari DLLAJ diketahui bahwa jumla becak di Kota Yogyakarta adalah 4.515 becak dan untuk Propinsi Yogyakarta 6.379 becak.

Industri perbecakan di Yogyakarta terus berkembang hingga tahun 1990an, baik dari sisi industri produksi becak maupun industri ekonomi persewaan becak. Seiring arus modernisasi transportasi, becak yang lamban dan membutuhkan tenaga kayuh manusia semakin terpinggirkan secara perlahan. Di ibukota bahkan ada peraturan pelarangan becak beroperasi di kota, karena dianggap sebagai salah satu penyebab sumber kemacetan.
Sumber: Lonely Planet
Fotografer: andywrightflikr

Dapat dikatakan saat ini keberadaan becak saat ini telah mulai pudar dengan makin majunya teknologi. Munculnya jenis-jenis alat transportasi yang lebih praktis, cepat, aman, dan nyaman memberikan pilihan lain kepada masyarakat. Karena itulah lebih bijaksana bila saat ini kita memandang becak tak sekedar sebagai alat transportasi namun merupakan warisan budaya yang layak dipelihara dan dipertahankan. Untuk itulah diperlukan inovasi tampilan Becak yang lebih kreatif dan inovatif namun tidak meninggalkan ciri khas yang menjadi dasar identitas becak.

COMMENTS